Bisnis Taruhan Olahraga Semakin Mirip Wall Street

Di 2016, merujuk pada Nevada Gaming Control Board, total taruhan olahraga di Nevada mencapai $4,5 milyar. Dengan jumlah sebesar itu, para petaruh mulai melirik alat-alat canggih yang memiliki kemampuan menganalisis data kompleks untuk memperbesar peluang kemenangan, memasang taruhan secara real-time saat pertandingan, pengelola dana taruhan, dan praktek manajemen resiko. Hal tersebut sangat mirip dengan perdagangan di Wall Street. Ini alasannya:

  1. Robot oracle

robot untuk sport betting

IntellegentBettingTips.com menyediakan prediksi, pilihan, dan tips untuk liga tingkat kampus, profesional dan internasional dengan menggabungkan hasil analisis dari pakar industri terkait untuk setiap olahraga, dikombinasikan dengan data sentimen yang diperoleh dari media sosial. “Kemudian kami mengambil sumber data ini lalu menjalankan berbagai skenario menggunakan algoritme kami sendiri untuk menemukan tren dan pola yang menguntungkan,” ucap Kael Mansfield, chief executive officer IBT. Saat ini, situs ini memiliki lebih dari 11.000 member berbayar, tambah Mansfield.

  1. Taruhan dengan Frekuensi Tinggi

profesional bettor

Ketika kamu memikirkan taruhan olahraga, mungkin kamu mebayangkan orang-orang melakukan panggilan sebelum memulai permainan atau turnamen tertentu. Tapi, jenis taruhan yang dipasang ketika pertandingan berlangsung sedang menanjak popularitasnya: di 2016, 20 persen dari semua taruhan di William Hill Plc, Nevada dipasang saat pertandingan berlangsung, menunjukan bahwa telah terjadi peningkatan sebesar 33 persen dari tahun sebelumnya, merujuk pada pernyataan Michael Grodsky, wakil presiden pemasaran di perusahaan tersebut.

Beberapa bettor profesional mulai bertindak sebagai pengelola dana, mengumpulkan uang daripada investor untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Dilegalkan di tahun 2015, di Nevada, entitas dari sebuah pertaruhan memungkinkan seseorang atau kelompok untuk mengumpulkan dana dan menawarkan taruhan olahraga sebagai peluang investasi.

  1. Pengelola Dana

pengelola dan perjudian

Contrarian Investments LLC adalah salah satu contoh. Sang pemilik, Chris Connelly, menyampaikan bahwa dia memiliki investor luar dan dalam negeri. Serupa dengan metode yang biasa di gunakan di Wall Street untuk mencari arbitrase dalam saham yang dinilai terlalu tinggi atau rendah, Connelly mengungkapkan ia menggunakan model komputer untuk mencari sebaran taruhan yang terlalu tinggi dan bertaruh untuk lawannya.

“Alih-alih berinvestasi di pasar saham dan mengambil keuntungan dari saham tertentu, saya berinvestasi di cabang olahraga atletik,” lanjut Connelly. “Jadi saya fokus pada sepak bola dan basket, di kelas kampus dan pro.”

Dana yang dikumpulkan oleh Contrarian Investments LLC sampai saat ini masih di bawah $500.000, namun Connelly memprediksi akan mencapai $1 juta di musim sepakbola berikutnya. Ia juga akan mendapatkan banyak kompetitor seiring dengan popularitas bisnis investasi seperti ini yang semakin menanjak.

  1. Anjing Penjaga

Pasar yang semakin hari terus bertumbuh menjadi semakin rumit dapat mendatangkan kemungkinan kecurangan. Banyak bandar judi yang mengandalkan teknologi dan konsultan untuk menciptakan dan memastikan pasar yang lebih adil.

Sementara komisi bursa dan keamanan tidak cukup memfasilitasi, ada di antaranya perusahaan yang memantai kecurangan dalam perjudian. Genius Sports Group Ltd bekerja sama dengan liga olahraga dan operator perjudian di seluruh dunia, melacak segala aktifitas mencurigakan di pasar taruhan internasional. Genius Sports mencari penyimpangan dalam sejumlah besar data dengan memantau dan melacak ratusan sportsbooks dan media sosial, ungkap Christopher Dougan, juru bicara perusahaan.

 

Seperti yang telah diungkapkan sebelumnya, permainan judi adalah sebuah investasi yang menguntungkan. Terutama jika kamu memilih dengan baik mitra bermain seperti situs judi online profesional dan terpercaya, MAHABET.org. Memberikan banyak kemudahan, dimulai dari cara deposit yang simple hingga penarikan yang tidak akan merepotkan. Daftar sekarang dan bergabung bersama jutaan member lain dari seluruh dunia.

Pengungsi Rohingya, Derita Belum Berakhir

Rohingya adalah sebuah etnis minoritas yang mendiami negara bagian Rakhine Utara, (yang sebelumnya dikenal dengan nama Arakan) sebuah desa pesisir di Myanmar. Rohingya sendiri merupakan sebuah etnis bahasa yang mirip dengan Bengali. Secara fisik, etnis Rohingya merupakan keturunan ras Indo-Arya dengan perawakan tinggi dan berkulit gelap seperti halnya penduduk Bangladesh dan India.

Dilihat dari sejarah, etnis ini telah mendiami bumi Arakan sejak zaman penjajahan Inggris di abad 16. Sehingga tidak mungkin jika etnis ini dianggap sebagai warga yang bermigrasi dari Bangladesh di mana pada pemerintahan Inggris, negara bagian Arakan mendapat hak otonomi tersendiri. Namun hal itu kini hanya menjadi sejarah, di mana ketika Burma berganti menjadi nama Myanmar pada tahun 1948, tindakan persekusi hingga pembunuhan warga sipil Rohingya secara terang-terangan dilakukan di daerah ini dengan sepengetahuan pihak berwenang. Sejak saat itu, etnis Rohingya menjadi bulan-bulanan pemerintah Myanmar. Tanpa perlindungan bahkan tidak diakui sebagai bagian dari warga Myanmar.

pengungsi rohingya

Sekian puluh tahun mengalami tindakan kekerasan di luar batas perikemanusiaan, di mana anak-anak dan perempuan juga banyak yang menjadi korban, eskalasinya terus semakin meningkat hingga di tahun 2017 kembali terjadi konflik besar-besaran. Konflik yang belum menunjukkan ujungnya ini menunjukkan betapa etnis Rohingya tidak dianggap oleh pemerintah Myanmar dan diabaikan oleh dunia yang diwakili oleh PBB. Bagi etnis Rohingya, kondisi ini membuat mereka harus bergerak dengan cara mengungsi. Beberapa kamp pengungsian di perbatasan Myanmar dan Bangladesh menjadi tujuan mereka untuk menyelamatkan diri dan keluarga.

Dari jumlah warga Rohingya di Rakhine yang mencapai lebih dari satu juta jiwa, diperkirakan lebih dari 125 ribu jiwa telah mengungsi ke Bangladesh melalui perbatasan kedua negara di tahun 2017. Daerah yang dilewati bukanlah daerah yang mudah dan aman untuk ditempuh, namun berupa pegunungan yang terjal, menyeberangi sungai yang dalam serta menerobos hutan belantara.

Kamp pengungsian Kutupalong dan Cox Bazar di Bangladesh menjadi tujuan utama etnis ini mencari perlindungan setelah keluar dari Rakhine. Namun karena jumlah pengungsi yang telah mencapai 600 ribu jiwa dan luas wilayah yang terbatas, membuat kamp-kamp ini jauh dari kata layak untuk manusia. Sebagian besar pengungsi bahkan telah berada di kamp Kutupalong sejak tahun 1992, tahun di mana konflik etnis Rohingya mulai terjadi secara terbuka.

kamp pengungsi rohingya di bangladesh

Bangunan yang terbuat dari bambu sebagai dinding dan beratap daun pinang yang ditambal dengan terpal menjadi pemandangan umum di kamp ini. Dengan lantai beralas tanah dan air bersih yang terbatas, sepetak barak sempit harus dihuni oleh dua keluarga sekaligus. Sanitasi dasar yang buruk dan makanan yang terbatas juga menjadi masalah umum yang harus dihadapi oleh penghuni kamp yang berdampak pada rentannya anak-anak dan manula mengalami masalah kesehatan.

Dan nampaknya, etnis Rohingya masih harus lebih bersabar lagi karena hingga detik ini, dunia yang diwakili PBB tetap tidak mampu memaksa pemerintah Myanmar untuk menerima warga yang telah mendiami bumi Arakan sejak ratusan tahun lalu ini. Sedangkan pemerintah Bangladesh sendiri harus memikirkan dampak dari pengungsian ini di wilayahnya terhadap masalah keamanan negaranya.

Meskipun bantuan untuk pengungsi banyak yang datang dari negara-negara tetangga. Karena yang dibutuhkan oleh etnis Rohingya adalah kesempatan menjadi manusia seperti warga negara lainnya dan hidup secara berdampingan di tanah mereka sendiri, bukan sebagai pengungsi.

Meledaknya Pabrik Petasan dan Ironi Pekerja Marjinal

Bulan Oktober 2017 diwarnai dengan peristiwa memilukan di dunia tenaga kerja Indonesia  yang lagi-lagi korbannya adalah masyarakat kelas bawah. Pekerja marjinal yang sudah kerap menjadi sapi perah majikan kapitalis kini harus merelakan satu-satunya nyawa pemberian Tuhan karena keteledoran yang disengaja oleh pemilik pabrik.

Tanggal 26 Oktober 2017 akan selalu dikenang pahit oleh lebih dari 40 keluarga korban meninggal dan puluhan korban yang menderita luka bakar parah yang akan terus membekas seumur hidup mereka. Sebuah pabrik petasan besar yang terletak di kawasan pemukiman, bahkan di belakang sebuah sekolah meledak hebat dan terbakar habis beserta manusia dan aneka petasan, kembang api di dalamnya.

pabrik petasan tangerang meledak

Ledakan hebat yang mengagetkan siswa sekolah dan penduduk di sekitar meninggalkan bekas trauma yang cukup mendalam. Penyelamatan korban yang terbakar hidup-hidup menggoreskan kepedihan bagi mereka sebagai masyarakat kelas bawah yang menyaksikan tetangga, saudara sebangsanya mengalami penderitaan sedahsyat itu.

Ditambah dengan lambatnya petugas pemadam kebakaran datang ke lokasi menambah jumlah korban meninggal. Warga sekitar tidak banyak bisa membantu dengan kondisi kebakaran besar dan akses pintu gerbang yang dikunci. Mereka berusaha membobol tembok beton untuk membantu menyelamatkan korban sebanyak mungkin.

Kejadian ini ternyata membuka fakta-fakta miris tentang pabrik petasan di mana di beberapa media menyebutnya pabrik kembang api. Sebuah penghalusan untuk kebenaran yang pahit. Juga ironi akan pekerja marjinal yang bekerja di negerinya sendiri dengan taruhan nyawa. Berikut fakta tentang PT. Panca Buana Cahaya Sukses:

  1. Pabrik Baru 2 Bulan

Pabrik yang baru beroperasi selama dua bulan ini berlokasi di Jl. Raya SMPN 1 Kosambi Desa Belimbing RT 20/10 Kec. Kosambi, Kab. Tangerang. Surat yang dimiliki pada awalnya adalah izin sebagai gudang dang tempat pengemasan kembang api dan mercon. Kemudian pada tahun 2016, mengajukan izin manufaktur dan disetujui pada bulan Mei 2017. Meski lokasi dan kondisi pabrik tidak dapat dikatakan memenuhi syarat sebagai pabrik. Bupati Tangerang sebagai penanggung jawab daerah membeberkan fakta ini sekaligus berlepas tangan atas ketidaksesuaian dokumen dengan kondisi pabrik. Menurut Bupati, kemungkinan pabrik ini mengubah desain dari yang pernah diajukan sehingga tidak sesuai dan layak sebagai pabrik rawan kecelakaan.

 

  1. Sistem keamanan pabrik

Dengan mengantongi izin sebagai pabrik, tempat ini tidak memiliki sistem keamanan yang baik seperti perangkat pemadam kebakaran. Apalagi produk yang dihasilkan masuk dalam kategori berbahaya. Pada saat kejadian, pekerja memadamkan api dengan menggunakan air dari selang. Tidak ada alat pemadam berupa APPAR yang wajib dimiliki untuk area kantor dan pabrik. Bahkan korban selamat mengatakan, pada saat kejadian, pintu gerbang ditutup sehingga korban terperangkap di dalamnya. Jika tidak ada warga sekitar yang membantu dengan membawa tangga dan membobol tembok beton, jumlah korban meninggal akan lebih banyak.

Pada saat kejadian, regu pemadam kebakaran baru tiba di lokasi pada pukul 10.30, padahal kebakaran terjadi pukul 09.00 pagi. Dan api bisa dipadamkan dua jam kemudian setelah 4000 kg bahan baku kembang api habis terbakar.

 

  1. Berada di area pemukiman

Pabrik berada tepat di belakang gedung sekolah SMP N 1. Pada saat kejadian, terjadi dentuman hebat dari ledakan yang dapat mengakibatkan trauma pada telinga warga yang berada di sekitarnya. Hal ini menjadi pertanyaan besar, mengapa pabrik yang menghasilkan produk berbahaya bisa berada di dekat fasilitas umum.  Walaupun disebutkan bahwa kawasan tersebut adalah kawasan pabrik, namun dengan tingkat kerawanan yang tinggi, seharusnya sebuah pabrik petasan tidak boleh berdiri di sana.

 

  1. Jumlah Pekerja 103 orang

Dalam dokumen resminya, pabrik ini mengakui memiliki pegawai 10 hingga 20 orang. Namun faktanya, pekerja di pabrik ini mencapai 103 orang dengan beberapa di antaranya pekerja di bawah umur, salah satunya berusia 15 tahun. Hal ini diketahui dari korban meninggal dan pengakuan warga yang mencari anggota keluarganya yang hilang. Dengan jumlah pegawai fiktif, pabrik ini hanya mendaftarkan 27 pegawainya dalam program BPJS.

Selebihnya, pekerja yang ada adalah pekerja lepasan dengan honor yang diterima hanya berkisar 40 – 50 ribu per hari dengan sistem borongan dengan target 1000 pack kembang api. Artinya, jika dalam satu kelompok yang terdiri dari 5 orang tidak mencapai target, maka pekerja dalam kelompok tersebut akan dipotong upahnya hingga ada yang hanya mendapat upah 20 ribu. Upah tersebut diterima tanpa uang makan dengan jam kerja mulai dari jam 8 pagi hingga 5 sore.

Karena lokasinya yang berada di dekat pemukiman, pekerja pabrik tersebut 60 persennya adalah perempuan yang ingin mencari tambahan pendapatan. Bahkan beberapa pekerja di bawah umur tidak menceritakan jenis pabrik tempat mereka bekerja kepada keluarga mereka. Karena anak-anak itu tahu, keluarga akan melarang bekerja di tempat yang berbahaya tersebut.

Kejadian ini seharusnya membuka mata warga dan pemerintah untuk tidak lagi bermain-main dengan keselamatan warganya sendiri. Setiap ada penyimpangan dan kelalaian harus segera ditindaklanjuti dan menjadi konsern utama pemerintah dalam menegakkan aturan industri barang-barang berbahaya. Semoga para korban segera mendapatkan santunan yang menjadi hak mereka dan pemerintah sebagai regulator tidak membiarkan kejadian serupa terulang di bumi Indonesia.